Menurut Prof. Laode, PH.D dalam buku Rasulullah Business’ School, ada 12rahasia bisnis Rasulullah SAW, yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam
mengembangkan bisnis, diantaranya adalah;
Menjadikan Bekerja sebagai ladang menjemput syurga: Rasulullah
menganggap bekerja adalah termasuk ibadah manusia kepada Allah yang dilakukan
secara sungguh-sungguh dan berharap hasil terbaik dalam hidupnya. Sebagai
diriwayatkan dalam hadist berikut ini.
“Sesungguhnya Allah sangat senang jika salah satu di
antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan yang dengan tekun dan
sungguh-sungguh”.
Menerap Kejujuran dan Kepercayaan: Kejujuan dan kepercayaan adalah dua
hal yang mutlak dalam melanggengkan bisnis yang kita bangun. Tidak adak tawar
menawar dalam masalah ini. Kejujuran yang kita miliki akan menumbuhkan
kepercayaan dari orang lain. Karena orang yang amanah pasti dapat dipercaya.
Tak hanya jago mimpi, tapi harus jago mewujudkan mimpi itu;mimpi tanpa
diiringi dengan tindakan hanyalah tinggal mimpi belaka. Ketika kita punya mimpi
wujudkan dalam tindakan, tentukan langkah-langkahnya sesuai dengan apa yang
telah direncanakan.
Berfikir visioner, kreatif, dan siap menghadapi perubahan: Sebagai
seorang pebisnis ulung harus memiliki pemikiran terdepan, mampu menganalisis
perkembangan bisnisnya di masa yang akan datang, seperti apa perkembangan yang
akan ia inginkan. Tentunya juga diperlukan sikap kreatif. Mampu menangkap
peluang-peluang yang ada dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perubahan
zaman.
Rasulullah memiliki planning dan goal setting yang jelas; Dalam
berbisnis juga perlu perencanaan yang matang, keberhasilan seperti apa yang
kita impikan. Dengan demikian kita bekerja sesuai dengan konsep keteraturan
yang sudah kita rancang sebaik mungkin. Jika ada kegagalan akan lebih mudah
menganalisisnya.
Pintar mempromosikan diri; Pebisnis ulung adalah pebisnis yang mampu
mempromosikan dirinya dalam kesempatan apapun. Tidak hanya bisnis yang ia
punya, namun pribadinya dapat menjadi asset yang dapat menggaet relasi
sebanyak-banyaknya untuk memperkuat kerajaan bisnis yang ia bangun.
Menggaji karyawan sebelum keringatnya mengering; dalam hadist Rasulullah
yang diriwayatkan oleh Baihaqi mengatakan bahwa;” Berikanlah gaji atau upah
kepada karyawan sebelum kering keringatnya dan beritahukan ketentuan
gaji/upahnya, terhadap apa yang dikerjakannya”. Gaji yang diberikan kepada
karyawan hendaklah dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka. Dengan memberikan
gaji tepat waktu dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja seorang
karyawan
Mengetahui Rumus, “Bekerja dengan Cerdas”; maksudnya adalah mampu
memanfaatkan waktu yang terbatas dengan hasil kerja yang maksimal.
Mengutamakan sinergi;mampu menggandeng orang lain untuk bersama-sama
dalam memajukan bisnis. Pebisnis cerdas akan menyadari bahwa tidak semua hal
dapat ia lakukan sendiri, maka disinilah letaknya kerjasama untuk melengkapi
kekurangan-kekurangannya dalam berbisnis.
Pandai bersyukur dan berucap terima kasih; Orang yang senantiasa
bersyukur adalah orang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah SWT.
Senantiasa bersyukur dengan kondisi apapun yang ia terima. Rasa syukur inilah
akan mengundang nikmat-nikmat Allah lainnya.
Berbisnis dengan Cinta; Melakukan segala sesuatu dengan cinta akan
terasa perbedaannya, jika dibandingkan dengan keterpaksaan. Berbisnis dengan
cinta akan membuat kita menikmati apa yang kita kerjakan. Tiada tekanan karena
kita melaksanakannya dengan sepenuh hati.
“tangan diatas lebih baik dari pada
tangan dibawah” (HR. Bukhari).
Bekerja dengan cinta akan mendatangkan ketenangan dan
semangat dalam diri kita.
Hadis ini menjelaskan ciri orang yang senatiasa selalu membantu orang lain.
Dengan ilmu, harta, dan keahlian menjadi modal untuk menjadi pribadi yang
bermanfaat bagi orang lain. Hal inipun bisa diterapkan juga oleh pebisnis
ulung. Karena ia menyadari harta, ilmu, dan keahlian yang dia miliki hanyalah
titipan yang harus dipertanggung jawaban di akhirat kelak.
"Ingin menjadi pebisnis ulung yang sukses dunia akhirat??? "12 Rahasia Sukses Rasulullah Solusinya".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar