Sabtu, 24 Oktober 2015
Beauty jannty ,muslimah jelita dambaan surga: Terdampar di zona Nyaman
Beauty jannty ,muslimah jelita dambaan surga: Terdampar di zona Nyaman: Terdampar di zona nyaman..... yaaaa mungkin itu kata yang tepat bagiku. zona nyaman membuatku tidak nyaman,.... Why ????......... berada ...
Terdampar di zona Nyaman
Terdampar di zona nyaman.....
yaaaa mungkin itu kata yang tepat bagiku. zona nyaman membuatku tidak nyaman,....
Why ????......... berada di zona nyaman dengan fasilitas yang cukup membuat susah berkembang dan berkreatifitas,bahkan si malas sering bergelayut jika tak cepat ditepis dg segera,berada di zona nyaman bagaikan ayam terkurung dilumbung padi, lalu akhirnya mati. ia mati bukan lantaran kelaparan,akan tetapi lantaran kekenyangan.
banyak orang yang ingin sukses tetapi terkadang stop begictu saja tanpa ada usaha yang bersungguh-sungguh untuk mencapai hasilnya,,,,, yaaa mereka memilih hidup di zona nyaman,,,dengan menerima gaji pas-pasan setiap bulannya ,dan hidup masih bermalas-malasan,,
Helloooo bro,sis ,om,,tante,,,(eheheee diborong deeech ) mau sampai kapan ?? ,,,,pikirkan ! jika terus-menerus kebiasaan seperti ini, pertanyaanya apakah kita bisa hidup dahsyat.? jawabanya sudah jelas tentu tidak ! oleh sebab itu, seharunya tidak kita tiru.
banyak orang sukses contoh disekitar kehidupan kalian,,mereka bersungguh-sungguh ingin mencapai target dan tujuan mereka suka berusaha, lebih giat dalam bekerja bahkan lebih " gila " lagi ,terus bergerak sampai mencapai goool. mereka menyadari dan memilih keluardari zona tersebut.karena dengan keluar zona nyamanlah bisa sukses.
zona nyaman memang bukan untuk dihindari akan tetapi kita harus berhati-hati dg zona tsb karena apabila zona nyaman tidak dibatasi justru akan menjadikan kita malas tuk beraktifitas sehingga akibatnya fatal yaitu kurangnya produktivitas dan semangat kita pun stagnan dan cenderung menjadiakn kita orang yang pemalas.
cara yang terbaik untuk tidak terbuai dalam zona nyaman, segeralah bangkit ketika anda merasakan waktu yang cukup untuk menghilangkan rasa bosan dan kejenuhan.
yaaaa mungkin itu kata yang tepat bagiku. zona nyaman membuatku tidak nyaman,....
Why ????......... berada di zona nyaman dengan fasilitas yang cukup membuat susah berkembang dan berkreatifitas,bahkan si malas sering bergelayut jika tak cepat ditepis dg segera,berada di zona nyaman bagaikan ayam terkurung dilumbung padi, lalu akhirnya mati. ia mati bukan lantaran kelaparan,akan tetapi lantaran kekenyangan.
banyak orang yang ingin sukses tetapi terkadang stop begictu saja tanpa ada usaha yang bersungguh-sungguh untuk mencapai hasilnya,,,,, yaaa mereka memilih hidup di zona nyaman,,,dengan menerima gaji pas-pasan setiap bulannya ,dan hidup masih bermalas-malasan,,
Helloooo bro,sis ,om,,tante,,,(eheheee diborong deeech ) mau sampai kapan ?? ,,,,pikirkan ! jika terus-menerus kebiasaan seperti ini, pertanyaanya apakah kita bisa hidup dahsyat.? jawabanya sudah jelas tentu tidak ! oleh sebab itu, seharunya tidak kita tiru.
banyak orang sukses contoh disekitar kehidupan kalian,,mereka bersungguh-sungguh ingin mencapai target dan tujuan mereka suka berusaha, lebih giat dalam bekerja bahkan lebih " gila " lagi ,terus bergerak sampai mencapai goool. mereka menyadari dan memilih keluardari zona tersebut.karena dengan keluar zona nyamanlah bisa sukses.
zona nyaman memang bukan untuk dihindari akan tetapi kita harus berhati-hati dg zona tsb karena apabila zona nyaman tidak dibatasi justru akan menjadikan kita malas tuk beraktifitas sehingga akibatnya fatal yaitu kurangnya produktivitas dan semangat kita pun stagnan dan cenderung menjadiakn kita orang yang pemalas.
cara yang terbaik untuk tidak terbuai dalam zona nyaman, segeralah bangkit ketika anda merasakan waktu yang cukup untuk menghilangkan rasa bosan dan kejenuhan.
Sabtu, 17 Oktober 2015
keutamaan Syiroh Nabawiah
kajian Al-Qur'an setiap Hari
narasumber : Ir. Dodi Kristono MM
1:56 PM, Jun 19 -2014
Besarnya Manfaat Belajar Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Allah Ta'ala telah menentukan nabi terakhir dan menjatuhkan
pilihan-Nya pada diri Muhammad صلى
الله عليه وسلم .
Beliau mendapatkan berbagai keistimewaan dari اللّهُ ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang
lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada
agama sebelumnya.
Rasulullah صلى
الله عليه وسلم
bersabda:
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ
مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى
قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى
مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي
مِنْ بَنِي هَاشِمٍ
“Sesungguhnya اللّهُ memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail.
Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim
dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim”
(HR Muslim no. 4221).
Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa
Rasulullah صلى الله عليه وسلم merupakan pokok dari seluruh intisari
kebaikan melalui tinjauan kemuliaan nasab, sebagaimana pada beliau صلى الله عليه
وسلم juga terdapat pokok dari intisari-intisari
keutamaan dan ketinggian derajat di sisi
اللّهُ ‘Azza wa Jalla.
( Min Akhlâqir Rasûl, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad).
....Manfaat dirasah (mempelajari) Siroh Nabawi...
Mempelajari Siroh (sejarah hidup) Nabi Muhammad صلى الله عليه
وسلم berguna sebagai nutrisi bagi hati dan sumber
keceriaan bagi jiwa serta penyejuk bagi mata. Bahkan hal itu merupakan bagian
dari agama اللّهُ
Ta’ala dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Sebab, kehidupan Nabi Muhammad صلى الله
عليه وسلم sarat merupakan kehidupan dengan mobilitas
tinggi, ketekunan, kesabaran, keuletan, penuh harapan, jauh dari pesimisme
dalam mewujudkan ubudiyah (penghambaan diri) kepada اللّهُ Ta’ala dan mendakwahkan ajaran agama-Nya.
Faedah dan manfaat mempelajari Sirah Nabawi tersimpulkan
pada poin-poin berikut:
1. Mengenal teladan terbaik bagi seluruh manusia dalam
aqidah, ibadah dan akhlak. اللّهُ Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) اللّهُ dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut اللّهُ
“.
(QS. Al-Ahzab/33:21).
Dan usaha meneladani Nabi Muhammad صلى الله
عليه وسلم tidak bisa lepas dari mengetahui sejarah
hidup dan petunjuk-petunjuk beliau.
2. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
menjadi mizan (timbangan) amal perbuatan manusia.
3. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
membantu dalam memahami Kitabullah, karena kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه
وسلم merupakan pengamalan nyata terhadap
al-Qur`an.
4. Mempelajari Siroh
Nabi صلى الله عليه وسلم memperkuat cinta seorang Muslim kepada Nabi
Muhammad صلى الله عليه وسلم
.
5. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
merupakan pintu menuju peningkatan keimanan.
6. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
membantu memudahkan memahami Islam dengan baik dalam aspek aqidah,
ibadah dan akhlak.
7. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
menggariskan manhaj (metodologi) dalam berdakwah di atas bashirah
(ilmu).
8. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
sendiri sudah merupakan bukti kebenaran nubuwwah dan kerasulan beliau.
9. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
merupakan pintu berkah menuju gerbang kebahagiaan.
10. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
menerangkan bahwa perilaku dan sejarah hidup beliau صلى الله عليه
وسلم merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim yang
mengharap kebaikan dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “ اللّهُ Subhanahu wa Ta’ala menggantungkan
kebahagiaan dunia dan akhirat pada ittiba kepada beliau, dan menjadikan celaka
di dunia dan akhirat disebabkan menentang beliau”. (Zadul Ma’ad fi Hadyi
Khairil ‘Ibad 1/36).
Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap
manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammad صلى
الله عليه وسلم
menjadi tiga golongan :
1. mustaktsir (banyak tahu),
2. muqill (kurang peduli),
3. mahrum (jauh darinya).
Tiga jenis manusia yang disebutkan Ibnul Qayyim ini otomatis
menjadi realita yang ada di tengah umat.
اللَّهُمَّ
إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا
لَا يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فِيْ أَعْلَى جَنَّةِ
الْخُلْدِ.
“Ya اللّهُ , sesungguhnya aku
memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak pernah
habis dan menyertai Muhammad صلى
الله عليه وسلم di
Surga Khuld yang paling tinggi”. (HR. Ahmad dan lainnya. Al-Albani menilai
hadits ini berderajat hasan. Ash-Shahihah no.2301).
Senin, 12 Oktober 2015
Bertutur kata yang baik
Kajian ayat Al-Qur'an setiapHari
group 05 KASIH
narasumber : Ustadz Widyo Hartanto
Notelen : cindy
Bertutur Kata Yang Baik
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ - رواه الترمذي
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang yang paling banyak masuk surga, beliau menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’ Kemudian beliau ditanya tentang yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab, ‘Lisan dan kemaluan.’ (HR. Turmudzi)
Diantara etika atau akhlak yang baik adalah etika dalam bertutur kata atau berbicara. Allah SWT bahkan menjadikannya sebagai “perintah” yang wajib untuk dilakukan oleh setiap hamba-Nya, dimanapun dan kapanpun, bahkan terhadap siapapun. Apakah di rumah terhadap keluarganya, di kantor terhadap rekan kerja, atasan atau bawahannya, di masyarakat terhadap tetangganya, dsb. Artinya bahwa bertutur kata yang baik, seharusnya menjadi jati diri bagi setiap muslim. Apabila diibaratkan dengan sebuah pohon, maka bertutur kata yang baik adalah seperti buahnya, yang memberikan manfaat kepada siapapun. Allah SWT berfirman (QS. Al-Ahzab : 70 – 71):
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا* يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
Bertutur kata yang baik bukan hanya sebagai satu kewajiban, namun lebih dari itu, ia memiilki dampak positif bagi setiap muslim, (sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Ahzab : 70 – 71) di atas. Diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Allah SWT akan menjadikan orang yang bertutur kata dengan baik, bahwa amalnya akan diperbaiki oleh Allah SWT. Menurut Ibnu Katsir firman Allah ( يصلح لكم أعمالكم ) maknanya adalah ( يوفقهم للأعمال الصالحة ) Allah akan menunjukkan mereka pada amal-amal shaleh. Atau memudahkan mereka untuk melakukan amal shaleh.
b. Akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
c. Mendapatkan kemenangan yang besar (surga). Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud adalah diselamatkan dari Azab Allah SWT serta dihantarkan ke dalam keni'matan yang langgeng (surga).
Bahwa dasar untuk bertutur kata yang baik adalah bukan untuk mendapatkan pujian, atau agar dikatakan sebagai orang yang shaleh, dsb. Namun hendaknya dalam bertutur kata yang baik, semata-mata didasari untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT. Sehingga kendatipun ada seseorang yang mengatakan sesuatu yang tidak baik terhadap kita, maka kita tetap harus bertutur kata yang baik terhadapnya. Karena tujuan kita dalam bertutur kata yang baik adalah mengharapkan keridhaan Allah, bukan supaya orang lain juga berkata-kata yang baik kepada kita. Karena sesungguhnya untuk mengetahui “rahasia” seseorang, dapat kita lihat dari tutur katanya. Aa' Gym pernah mengatakan, bahwa “Manusia ibarat teko; apa yang keluar (dari lisannya) mencerminkan apa yang ada di dalamnya”. Ada juga ungkapan yang mengatakan, “You are what yo say”. Jadi, mulailah untuk senantiasa bertutur kata yang baik, yang menentramkan hati setiap orang yang mendengarkannya.
Kebalikan dari berturur kata yang baik adalah berkata-kata yang kasar dan atau kotor. Indikasi dari suatu perkataan itu baik atau tidak adalah bahwa perkataan kita tidak menjadikan orang lain sakit hati, tersinggung, marah dan kecewa. Maka jika diperhatikan dalam hadits di atas : ‘Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia bertakat-kata yang baik atau hendaklah ia diam.” Artinya bahwa diamnya seseorang yang “khawatir” salah ucap yang mengakibatkan “ketersinggungan” orang lain, adalah jauh lebih baik di bandingkan dengan orang yang “memaksakan diri” untuk berbicara, sementara isi pembicaraannya menyinggung, atau menyakiti hati orang lain.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ - متفق عليه
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia tidak menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau hendaklah ia diam.
Langganan:
Komentar (Atom)


