Sabtu, 17 Oktober 2015

keutamaan Syiroh Nabawiah


 kajian Al-Qur'an setiap Hari
narasumber  : Ir. Dodi Kristono MM
1:56 PM, Jun 19 -2014
Besarnya Manfaat Belajar Sejarah Hidup Nabi Muhammad

Allah Ta'ala telah menentukan nabi terakhir dan menjatuhkan pilihan-Nya pada diri Muhammad صلى الله عليه وسلم  .

Beliau mendapatkan berbagai keistimewaan dari  اللّهُ  ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada agama sebelumnya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

“Sesungguhnya  اللّهُ  memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail. Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim”
(HR Muslim no. 4221).

Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  merupakan pokok dari seluruh intisari kebaikan melalui tinjauan kemuliaan nasab, sebagaimana pada beliau صلى الله عليه وسلم  juga terdapat pokok dari intisari-intisari keutamaan dan ketinggian derajat di sisi  اللّهُ  ‘Azza wa Jalla.
( Min Akhlâqir Rasûl, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad).


....Manfaat dirasah (mempelajari) Siroh Nabawi...
Mempelajari Siroh (sejarah hidup) Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  berguna sebagai nutrisi bagi hati dan sumber keceriaan bagi jiwa serta penyejuk bagi mata. Bahkan hal itu merupakan bagian dari agama  اللّهُ  Ta’ala dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Sebab, kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  sarat merupakan kehidupan dengan mobilitas tinggi, ketekunan, kesabaran, keuletan, penuh harapan, jauh dari pesimisme dalam mewujudkan ubudiyah (penghambaan diri) kepada  اللّهُ  Ta’ala dan mendakwahkan ajaran agama-Nya.

Faedah dan manfaat mempelajari Sirah Nabawi tersimpulkan pada poin-poin berikut:

1. Mengenal teladan terbaik bagi seluruh manusia dalam aqidah, ibadah dan akhlak.  اللّهُ  Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)  اللّهُ  dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut  اللّهُ “.
(QS. Al-Ahzab/33:21).

Dan usaha meneladani Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  tidak bisa lepas dari mengetahui sejarah hidup dan petunjuk-petunjuk beliau.

2. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  menjadi mizan (timbangan) amal perbuatan manusia.
3. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  membantu dalam memahami Kitabullah, karena kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  merupakan pengamalan nyata terhadap al-Qur`an.
4. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  memperkuat cinta seorang Muslim kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .
5. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  merupakan pintu menuju peningkatan keimanan.
6. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  membantu memudahkan memahami Islam dengan baik dalam aspek aqidah, ibadah dan akhlak.
7. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  menggariskan manhaj (metodologi) dalam berdakwah di atas bashirah (ilmu).
8. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  sendiri sudah merupakan bukti kebenaran nubuwwah dan kerasulan beliau.
9. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  merupakan pintu berkah menuju gerbang kebahagiaan.
10. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  menerangkan bahwa perilaku dan sejarah hidup beliau صلى الله عليه وسلم  merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim yang mengharap kebaikan dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “ اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala menggantungkan kebahagiaan dunia dan akhirat pada ittiba kepada beliau, dan menjadikan celaka di dunia dan akhirat disebabkan menentang beliau”. (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad 1/36).

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  menjadi tiga golongan :
1. mustaktsir (banyak tahu),
2. muqill (kurang peduli),
3. mahrum (jauh darinya).

Tiga jenis manusia yang disebutkan Ibnul Qayyim ini otomatis menjadi realita yang ada di tengah umat.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ.

“Ya  اللّهُ , sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak pernah habis dan menyertai Muhammad صلى الله عليه وسلم  di Surga Khuld yang paling tinggi”. (HR. Ahmad dan lainnya. Al-Albani menilai hadits ini berderajat hasan. Ash-Shahihah no.2301).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar