kajian Al-Qur'an setiap Hari
narasumber : Ir. Dodi Kristono MM
1:56 PM, Jun 19 -2014
Besarnya Manfaat Belajar Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Allah Ta'ala telah menentukan nabi terakhir dan menjatuhkan
pilihan-Nya pada diri Muhammad صلى
الله عليه وسلم .
Beliau mendapatkan berbagai keistimewaan dari اللّهُ ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang
lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada
agama sebelumnya.
Rasulullah صلى
الله عليه وسلم
bersabda:
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ
مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى
قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى
مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي
مِنْ بَنِي هَاشِمٍ
“Sesungguhnya اللّهُ memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail.
Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim
dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim”
(HR Muslim no. 4221).
Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa
Rasulullah صلى الله عليه وسلم merupakan pokok dari seluruh intisari
kebaikan melalui tinjauan kemuliaan nasab, sebagaimana pada beliau صلى الله عليه
وسلم juga terdapat pokok dari intisari-intisari
keutamaan dan ketinggian derajat di sisi
اللّهُ ‘Azza wa Jalla.
( Min Akhlâqir Rasûl, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad).
....Manfaat dirasah (mempelajari) Siroh Nabawi...
Mempelajari Siroh (sejarah hidup) Nabi Muhammad صلى الله عليه
وسلم berguna sebagai nutrisi bagi hati dan sumber
keceriaan bagi jiwa serta penyejuk bagi mata. Bahkan hal itu merupakan bagian
dari agama اللّهُ
Ta’ala dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Sebab, kehidupan Nabi Muhammad صلى الله
عليه وسلم sarat merupakan kehidupan dengan mobilitas
tinggi, ketekunan, kesabaran, keuletan, penuh harapan, jauh dari pesimisme
dalam mewujudkan ubudiyah (penghambaan diri) kepada اللّهُ Ta’ala dan mendakwahkan ajaran agama-Nya.
Faedah dan manfaat mempelajari Sirah Nabawi tersimpulkan
pada poin-poin berikut:
1. Mengenal teladan terbaik bagi seluruh manusia dalam
aqidah, ibadah dan akhlak. اللّهُ Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) اللّهُ dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut اللّهُ
“.
(QS. Al-Ahzab/33:21).
Dan usaha meneladani Nabi Muhammad صلى الله
عليه وسلم tidak bisa lepas dari mengetahui sejarah
hidup dan petunjuk-petunjuk beliau.
2. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
menjadi mizan (timbangan) amal perbuatan manusia.
3. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
membantu dalam memahami Kitabullah, karena kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه
وسلم merupakan pengamalan nyata terhadap
al-Qur`an.
4. Mempelajari Siroh
Nabi صلى الله عليه وسلم memperkuat cinta seorang Muslim kepada Nabi
Muhammad صلى الله عليه وسلم
.
5. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
merupakan pintu menuju peningkatan keimanan.
6. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
membantu memudahkan memahami Islam dengan baik dalam aspek aqidah,
ibadah dan akhlak.
7. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
menggariskan manhaj (metodologi) dalam berdakwah di atas bashirah
(ilmu).
8. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
sendiri sudah merupakan bukti kebenaran nubuwwah dan kerasulan beliau.
9. Mempelajari Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
merupakan pintu berkah menuju gerbang kebahagiaan.
10. Siroh Nabi صلى
الله عليه وسلم
menerangkan bahwa perilaku dan sejarah hidup beliau صلى الله عليه
وسلم merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim yang
mengharap kebaikan dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “ اللّهُ Subhanahu wa Ta’ala menggantungkan
kebahagiaan dunia dan akhirat pada ittiba kepada beliau, dan menjadikan celaka
di dunia dan akhirat disebabkan menentang beliau”. (Zadul Ma’ad fi Hadyi
Khairil ‘Ibad 1/36).
Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap
manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammad صلى
الله عليه وسلم
menjadi tiga golongan :
1. mustaktsir (banyak tahu),
2. muqill (kurang peduli),
3. mahrum (jauh darinya).
Tiga jenis manusia yang disebutkan Ibnul Qayyim ini otomatis
menjadi realita yang ada di tengah umat.
اللَّهُمَّ
إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا
لَا يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فِيْ أَعْلَى جَنَّةِ
الْخُلْدِ.
“Ya اللّهُ , sesungguhnya aku
memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak pernah
habis dan menyertai Muhammad صلى
الله عليه وسلم di
Surga Khuld yang paling tinggi”. (HR. Ahmad dan lainnya. Al-Albani menilai
hadits ini berderajat hasan. Ash-Shahihah no.2301).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar