بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
kajian Al-Qur'an Setiap Hari
bersama
ustad Dodo Hidayat sunally
JANGAN BANDINGKAN IBRAHIM 'alayhi salam DENGAN DIRI KITA
Jujur, siapa orang yang paling kita cintai dalam hidup kita?
Apakah dia pasangan hidup kita? Apakah dia mantan kekasih? Apakah dia
selingkuhan kita? Orang tua kita? Tokoh idola kita? Atau siapa?
Trus, berapa kali kah dia kita sebut namanya sehari semalam?
Sebanyak-banyaknya kita menyebut nama orang yang sangat kita cintai, tidak akan
lebih dari 10 kali sehari semalam.
Lalu, adakah sosok manusia yang kita sebut namanya paling
tidak 36 kali sehari semalam selain Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam?
Ada! Dia adalah Ibrahim 'alayhi salam. Figur manusia pilihan
yang menjadi salah satu teladan utama dalam hidup kita. Figur yang seharusnya
kita merasa dekat bahkan mencintainya. Namanya saja kita sebut lebih banyak
dari siapapun manusia yang kita cintai dalam hidup kita selain Rasulullah
shallallahu 'alayhi wasallam.
Namanya sering kita sebut dalam shalawat ibrahimiyyah ketika
tasyahud dalam shalat. Tetapi apakah karena sering kita sebut namanya, lantas
otomatis kita merasa dekat dan lalu mencintainya? Saya koq ragu dengan adagium
itu.
jangan-jangan malah kita tidak kenal dengan sosok Ibrahim
'alayhi salam. Kalau pun kenal, paling hanya sepintas saja, itu pun karena
kadang diulang sejarahnya saat musim qurban.
Tak kenal maka tak sayang. Tidak sayang maka tidak cinta.
Tidak cinta maka bagaimana akan bisa kita meneladaninya?
Padahal dialah manusia yang paling banyak mendapatkan gelar
istimewa dari siapa pun manusia yang pernah hidup di muka bumi ini dari dulu
sampai hari akhir kelak.
1). Beliau bergelar
" ABUL ANBIYA' " , bapak dari para nabi-nabi.
Karena dari keturunan beliaulah lahir (paling tidak) 18
orang nabi ! Isma'iyl, Ishaq,
Ya'qub, Yusuf, Ayyub, Dzulkifli, Syu'aib, Yunus, Musa, Harun, Ilyas,
Ilyasa, Dawud, Sulayman, Zakariyya, Yahya, 'Isya alayhimus salam dan terakhir
Rasulullah Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam.
Bayangkan ! 18 orang keturunannya adalah nabi dan rasul.
Padahal jumlah nabi dan rasul yang diungkap Al Qur'an cuma 25 orang.
2). Beliau juga
bergelar " 'ULUL AZMI ', yang memiliki pribadi yang teguh dalam menegakkan syari'at.
Dalam sejarah mereka yang bergelar Ulul Azmi cuma lima sosok
saja, yakni Ibrahim, Nuh, Musa, 'Isya alayhimus salam dan terakhir Rasulullah
Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam.
3). Beliau juga
bergelar " UMMAT" , padahal beliau seorang diri, bukan kelompok.
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN” yang dapat dijadikan
teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia
termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl/16 : 120)
Kenapa Ibrahim 'alayhi salam seorang diri digelari ummat tidak
lain karena kualitas pribadinya yang begitu luar biasa setara dengan ratusan
bahkan ribuan orang.
4). Beliau bergelar
" KHALILULLAH " , kekasih Allah.
Inilah gelar dari segala gelar yang langsung dianugerahkan
Allahu Ta'ala kepada beliau. Tidak satu pun manusia yang mendapat gelar paling
prestesius ini.
وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi "khalil"
kekasih-Nya. (An Nisa' /4 : 125).
Apalagi yang kurang dari sosok yang begitu paripurna seorang
Ibrahim. Semua yang menyangkut pribadinya adalah keteladanan demi keteladanan.
Keturunannya yang melahirkan 18 orang nabi dan rasul adalah bukti sejarah yang
menjelasterangkan Ibrahim adalah bukan sembarang manusia, tapi dia adalah
manusia shaleh sekaligus pendidik unggul. Gelarnya yang Khalilullah mempetakan
betapa dekatnya Ibrahim dengan Khaliqnya yang tentu diraihnya dengan ketaatan
dan kepatuhan, ketundukkan dan kepasrahan yang terus menerus dijalani dengan
penuh istiqamah. Mana mungkin kita berani membandingkanlah sosok Ibrahim
'alayhi salam dengan kita !
Namun siapa sangka Ibrahim 'alayhi salam yang sosoknya
begitu paripurna dan sangat mencolok bila dibandingkan dengan kita, ternyata
pernah berdo'a miris,
وَلَا تُخۡزِنِىۡ يَوۡمَ يُبۡعَثُوۡنَ
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ
داِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍ
Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka
dibangkitkan,
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang
bersih,
(Asy-Syu'araa/26 : 87-89)
Ada 3 hal yang sangat essensial dalam do'a yang dipanjatkan
Ibarahim 'alayhi salam tersebut,
Pertama,
Manusia sekaliber Ibrahim yang tidak ada yang meragukan lagi
keshalihannya serta kemulyaannya itu ternyata tetap saja menyimpan kekhawatiran
kalau-kalau dia termasuk orang yang dihinakan di hari qiyamat nanti.
Ibrahim 'alayhi salam menyadari bahwa segala gelar kemulyaan
di sunia ini tidak ada artinya lagi bila pada akhirnya nanti akan terhina di
akhirat.
Pantaslah dia khawatir dan berdo'a
وَلَا تُخۡزِنِىۡ يَوۡمَ يُبۡعَثُوۡنَۙ
Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari qiyamat,
Kedua,
Ketika hari di mana manusia dibangkitkan nanti maka akan
terjadi devaluasi besar-besaran terhadap nilai kekayaan (harta) dan keturunan
(termasuk pengikut) yang mana sebelumnya unruk ukuran dunia harta dan keturunan
adalah variabel utama kesuksesan hidup dan kehidupan manusia.
Harta dan keturunan adalah sesuatu yang begitu kita
bangga-banggakan, kita cari mati-matian siang dan malam. Tetapi ketika kita
sampai di akhirat, keduanya menjadi tidak penting karena yang akan dinilai
"amal" bukannya "maal"
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ
(yaitu) di hari harta dan anak-anak keturunan tidak lagi
berguna
Ketiga,
Qalbun salim (hati yang bersih, bening, sehat) adalah modal
utama keselamatan di alhirat. Dengan kata lain, jaminan keselamatan di akhirat
kelak hanyalah diberikan kepada orang-orang yang datang memghadap Allahu Ta'ala
dengan hati yang salim, bersih, bening, sehat.
داِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡم
ٍ
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang
bersih,
Selanjutnya,
Luar biasanya lagi hanya dua kali frase Qalbun Salim dimuat
dalam Al Qur'an dan dua-duanya memgacu kepada sosok Ibrahim 'alayhi salam.
Apa dan bagaimana Qalbun Salim itu, akan sama kita bahas in
sya ' Allah dalam pertemuan yang berikutnya.
Wallahu a'lam !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar