Selasa, 12 April 2016

JANGAN BANDINGKAN IBRAHIM 'alayhi salam DENGAN DIRI KITA


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 

السَّلاَمُ  عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

kajian Al-Qur'an Setiap Hari 

bersama 

ustad Dodo  Hidayat sunally 


JANGAN BANDINGKAN IBRAHIM 'alayhi salam DENGAN DIRI KITA

Jujur, siapa orang yang paling kita cintai dalam hidup kita? Apakah dia pasangan hidup kita? Apakah dia mantan kekasih? Apakah dia selingkuhan kita? Orang tua kita? Tokoh idola kita? Atau siapa?
Trus, berapa kali kah dia kita sebut namanya sehari semalam? Sebanyak-banyaknya kita menyebut nama orang yang sangat kita cintai, tidak akan lebih dari 10 kali sehari semalam.
Lalu, adakah sosok manusia yang kita sebut namanya paling tidak 36 kali sehari semalam selain Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam?

Ada! Dia adalah Ibrahim 'alayhi salam. Figur manusia pilihan yang menjadi salah satu teladan utama dalam hidup kita. Figur yang seharusnya kita merasa dekat bahkan mencintainya. Namanya saja kita sebut lebih banyak dari siapapun manusia yang kita cintai dalam hidup kita selain Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam.

Namanya sering kita sebut dalam shalawat ibrahimiyyah ketika tasyahud dalam shalat. Tetapi apakah karena sering kita sebut namanya, lantas otomatis kita merasa dekat dan lalu mencintainya? Saya koq ragu dengan adagium itu.
jangan-jangan malah kita tidak kenal dengan sosok Ibrahim 'alayhi salam. Kalau pun kenal, paling hanya sepintas saja, itu pun karena kadang diulang sejarahnya saat musim qurban.
Tak kenal maka tak sayang. Tidak sayang maka tidak cinta. Tidak cinta maka bagaimana akan bisa kita meneladaninya?

Padahal dialah manusia yang paling banyak mendapatkan gelar istimewa dari siapa pun manusia yang pernah hidup di muka bumi ini dari dulu sampai hari akhir kelak.

1).  Beliau bergelar " ABUL ANBIYA' " , bapak dari para nabi-nabi.
Karena dari keturunan beliaulah lahir (paling tidak) 18 orang nabi ! Isma'iyl, Ishaq,        Ya'qub, Yusuf, Ayyub, Dzulkifli, Syu'aib, Yunus, Musa, Harun, Ilyas, Ilyasa, Dawud, Sulayman, Zakariyya, Yahya, 'Isya alayhimus salam dan terakhir Rasulullah Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam.
Bayangkan ! 18 orang keturunannya adalah nabi dan rasul. Padahal jumlah nabi dan rasul yang diungkap Al Qur'an cuma 25 orang.

2).  Beliau juga bergelar " 'ULUL AZMI ', yang memiliki pribadi yang teguh dalam   menegakkan syari'at.
Dalam sejarah mereka yang bergelar Ulul Azmi cuma lima sosok saja, yakni Ibrahim, Nuh, Musa, 'Isya alayhimus salam dan terakhir Rasulullah Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam.

3).  Beliau juga bergelar " UMMAT" , padahal beliau seorang diri, bukan kelompok.

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ                        

Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN” yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl/16 : 120)

Kenapa Ibrahim 'alayhi salam seorang diri digelari ummat tidak lain karena kualitas pribadinya yang begitu luar biasa setara dengan ratusan bahkan ribuan orang.

4).  Beliau bergelar " KHALILULLAH " , kekasih Allah.
Inilah gelar dari segala gelar yang langsung dianugerahkan Allahu Ta'ala kepada beliau. Tidak satu pun manusia yang mendapat gelar paling prestesius ini.

 وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi "khalil" kekasih-Nya. (An Nisa' /4 : 125).

Apalagi yang kurang dari sosok yang begitu paripurna seorang Ibrahim. Semua yang menyangkut pribadinya adalah keteladanan demi keteladanan. Keturunannya yang melahirkan 18 orang nabi dan rasul adalah bukti sejarah yang menjelasterangkan Ibrahim adalah bukan sembarang manusia, tapi dia adalah manusia shaleh sekaligus pendidik unggul. Gelarnya yang Khalilullah mempetakan betapa dekatnya Ibrahim dengan Khaliqnya yang tentu diraihnya dengan ketaatan dan kepatuhan, ketundukkan dan kepasrahan yang terus menerus dijalani dengan penuh istiqamah. Mana mungkin kita berani membandingkanlah sosok Ibrahim 'alayhi salam dengan kita !

Namun siapa sangka Ibrahim 'alayhi salam yang sosoknya begitu paripurna dan sangat mencolok bila dibandingkan dengan kita, ternyata pernah berdo'a miris,

وَلَا تُخۡزِنِىۡ يَوۡمَ يُبۡعَثُوۡنَ

 يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ

داِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍ

 

Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
(Asy-Syu'araa/26 : 87-89)

Ada 3 hal yang sangat essensial dalam do'a yang dipanjatkan Ibarahim 'alayhi salam tersebut,
Pertama,
Manusia sekaliber Ibrahim yang tidak ada yang meragukan lagi keshalihannya serta kemulyaannya itu ternyata tetap saja menyimpan kekhawatiran kalau-kalau dia termasuk orang yang dihinakan di hari qiyamat nanti.
Ibrahim 'alayhi salam menyadari bahwa segala gelar kemulyaan di sunia ini tidak ada artinya lagi bila pada akhirnya nanti akan terhina di akhirat.
Pantaslah dia khawatir dan berdo'a

وَلَا تُخۡزِنِىۡ يَوۡمَ يُبۡعَثُوۡنَۙ

Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari qiyamat,

Kedua,
Ketika hari di mana manusia dibangkitkan nanti maka akan terjadi devaluasi besar-besaran terhadap nilai kekayaan (harta) dan keturunan (termasuk pengikut) yang mana sebelumnya unruk ukuran dunia harta dan keturunan adalah variabel utama kesuksesan hidup dan kehidupan manusia.
Harta dan keturunan adalah sesuatu yang begitu kita bangga-banggakan, kita cari mati-matian siang dan malam. Tetapi ketika kita sampai di akhirat, keduanya menjadi tidak penting karena yang akan dinilai "amal" bukannya "maal"

 يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ


(yaitu) di hari harta dan anak-anak keturunan tidak lagi berguna

Ketiga,
Qalbun salim (hati yang bersih, bening, sehat) adalah modal utama keselamatan di alhirat. Dengan kata lain, jaminan keselamatan di akhirat kelak hanyalah diberikan kepada orang-orang yang datang memghadap Allahu Ta'ala dengan hati yang salim, bersih, bening, sehat.

داِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡم

ٍ
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Selanjutnya,
Luar biasanya lagi hanya dua kali frase Qalbun Salim dimuat dalam Al Qur'an dan dua-duanya memgacu kepada sosok Ibrahim 'alayhi salam.

Apa dan bagaimana Qalbun Salim itu, akan sama kita bahas in sya ' Allah dalam pertemuan yang berikutnya.

Wallahu a'lam !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar